Monday, August 04, 2008

Satu Dekade

GEDUNG D

Gedung terbaru yang di bangun di zaman ku 10 tahun lalu. Telah mengalami beberapa perubahan, tapi tetap aku masih mengingat setiap jengkal, setiap celah, dan setiap lekuk dari gedung ini dan semua lokasi lain di kampus ini. Dalam khayalku tadi, ketika berdiri dan menyaksikan para maharu mendapat penataran aku bisa membayangkan bendera 3 warna berkibar setinggi gedung itu di saat 10 tahun lalu menutup tengah gedung dengan sederhana tapi menunjukkan kekompakan antara 3 fakultas di kampus ini : FKIP, Teknik dan Akademi Sekretari.
Bisa kubayangkan di lantai 1 itu, kami sering mengadakan rapat dan menjadikan posko. Di lantai 2 tersebut kami melintas di tengah malam dan dini hari mempersiapkan acara2 di Auditorium. Di lantai 3 tidak banyak terjadi kenangan, selain kegiatan kuliah. Di lantai 4, kami sering mengadakan acara di Audit B.
Lapangan Basket

Inilah titik awal lahirnya diriku yang baru. Sebagai Maharu 10 tahun lalu, aku mendaftarkan diri mengikuti lomba Basket dan Volley antara Maharu. Dari sini lah aku mengenal kakak2 senior di Senat, dan akhirnya memutuskan bergabung dalam dunia baru. Lapangan ini punya sejuta cerita pula. Dulu lapangan ini selalu ramai dipakai walaupun terik matahari menantang. Basket, sepak bola tidak berhenti dimainkan disela pergantian pelajaran atau di jam makan siang. Apalagi di sore sampai malam hari setelah pelajaran berakhir. Lapangan ini benar2 hidup.


Senate Area
10 Tahun lalu aku menemukan sebuah rumah baru di WM. Sebuah ruang kecil berukuran sekitar 3 x 2 meter. Area ini menjadi saksi bisu canda tawa, kisah cinta, teriakan dan makian, pertengkaran organisasi, diskusi dan rapat hebat, tangisan. Dinding2- nya sudah menyaksikan semua hal yang kami alami dari dunia nyata kami sampai dunia "lain" yang berseberangan dengan kami. Menceritakan kembali kisah - kisah kami selalu menjadi dongeng hiburan tersendiri. Ah, sampai esok pun tak kan selesai kata merangkai crita.
Lihatlah di gambar, itu adalah suasana hari ini, 10 tahun kemudian, masih terlihat sama. Seperti itulah dulu kami para anggota organisasi mahasiswa menimba pengalaman dan melayani almamater kami. Kegiatan demi kegiatan kami kerjakan dengan segenap hati. Menjadi penjaga malam dan tidak tidur sampai pagi sudah menjadi kegiatan tambahan kami sebelum masuk ke kelas dipagi harinya.

Bukan hanya aku yang menganggapnya sebagai rumah ke 2. Anjing yang dibuang, kucing2 liar di kampus, ikan2 dan bahkan nyamuk adalah sahabat kami. Bahkan sempat kami di percayai oleh mahasiswa lain merawat bayi2 kucing yang baru lahir dan ditinggal orang tuanya. Beberapa dari mereka beranjak dewasa, beberapa lagi tidak bertahan. Taman di depan Senat itu adalah tempat peristirahatan mereka2 yang tidak bertahan. Sayang taman ini tidak terlalu terawat skrg.

Kantin
Kantin ini akan selalu menggoda kami, menertawakan kami tapi juga pastinya bangga atas kami. Dia telah menjadi saksi bisu di mana kami pernah demi menambal kekurangan kas organisasi, kami mengumpulkan gelas dan botol Aqua bekas untuk di jual kembali. Radio kampus dulu memeriahkan kantin ini, sepertinya skrg sudah tidak lagi.
Walau jarang aku menghabiskan waktu di tempat ini, karena seringnya makan dan minum di depan senat tapi kantin ini pun cukup memiliki arti. Para penjualnya pun telah begitu mengenal dan mempercayai kami sedemikian rupa. Beberapa kali, akan ada teriakan pertengkaran dalam urusan perebutan botol dsb antara mbak2 yang bekerja di tiap depot. hahaha. Kantin ini terlihat panas tapi selama angin masih berhembus, masih ok lah.

Kolam Dibawah Pohon Rindang (DPR)

Kolam ini ikut andil dalam menyaksikan kejamnya pembantaian korban2 ultah. Dahulu kala kolam ini tidak ber - teratai seperti itu. Siapa yang berulang tahun, sudah harus bersiap di lempar masuk ke dalamnya. Kolam ini sering di gunakan sebagai tempat mancing oleh bbrp organisator (teknik khususnya) di jam2 sepi or minggu.

Toilet gedung A

Kenapa toilet? Ada cerita apa dengan toilet ini? hahaha bagi para penghuni kampus, pasti tahu cerita tentang "penghuni" yang lain di sini. Hehehe tapi bukan itu yang mau kuceritakan. Toilet ini sering menjadi tempat mandi express di pagi hari jika kami tidak sempat pulang setelah menyiapkan kegiatan dan bermalam di kampus. Di pintu yang terkunci itu (yang di sebelah kanan) adalah khusus untuk dosen dan di dalamnya ada shower. Jadi kami senang menggunakannya.

Itulah sekilas tentang kampusku rumahku. Tentunya senang ketika aku meninggalkannya dan lulus, tapi sebagian sejarah hidupku yang melekat pada dinding dan jengkal tanahnya mungkin akan selalu memanggilku sekarang dan di masa yang datang. Terlalu banyak kenangan di lukis dan di torehkan disana. Terlalu banyak tangis dan tawa untuk di kenang. Widya Mandala, jayalah selalu.


4 comments:

sus said...

ya ampuunnn... jadi kangen ama kampus ini aku, jadi inget cangkrukan di DPR sambil nyalin pe'er :D

The Diva said...

hahaha ya ampun juga, nggak berubah ya pemandangannya?
JAdi inget aku diceburin di kolam DPR waktu ultah... terus sempet lari kejar2an sama kamu Nyo, keliling kampus, sampe sembunyi di toilet kantin gara2 nggak sudi diceburin, hahahaha. Akhirnya toh kecebur juga, dan akhirnya malah plus di-cat blenthong2 hahhaa.

Duh... jadi inget2 cangkruk di kampus.
Tapi semuanya mungkin indah karena kita sama2 teman2 tercinta ya. Kalo sekarang balik kampus WM lagi mungkin suasana nya udah berubah, orang2nya udah nggak sama, dan kondisinya pasti beda... hmmm...

Bener2 kangen rumah keduaku itu. Ruang SEnat tempat tidur siangku, hihihi....

Dolphinrider said...

huahahaha inget nga gimana caranya ella di kluarin dr kmr mandi tmpt dia sembunyi? kita siram dari atas pake centong penuh air. mau nga mau dia basah jg kluar. hahahhahaha

cifora said...

duhhhhh baca ini, bikin aku nangis...jadi keinget 10 taon lebih lalu.... huaaaaaaaaaa.. kangen...
inget diceburin
inget jadi mata2
inget kerja sampe pagi
inget digigitin nyamuk
inget ngumpulin botol..ampun malu bok.. hihihi tapi demi... hihihi
inget pertandingan2 dilapangan
inget kantin dan isi
inget kuliah
inget dosen yg mbencekno dan ga
inget temen2 yg gila dan yg rajin kuliah dan yg rajin cangkrux
inget gonceng 4 pake supra dari parkiran ke gerbang depan
inget rame2 rapat
inget liat rame2 terima peliharaan
inget mandi2 pagi disana
inget simpenan barang2 diatap senat (masih ada ga ya)
inget jualan..

miss that time so muach
miss them all
thanks God for everything yach...

(ngetik tetep sambil nangis)