Sunday, April 06, 2008

Alto - ers

Pernah orang2 ini mengisi hari2ku selama tidak kurang dari 9-13 jam sehari.
Pernah orang2 ini merayakan ultahku walau kecil2an kurang lebih 3 tahun
Pernah orang2 ini menjadi kelinci2 percobaan atas masakan ku, untung mrk masih lolos dari maut
Pernah orang2 ini tinggal bersama di sebuah "rumah" dengan 4 kamar dan taman
Pernah orang2 ini mengajarkan ilmu2 yang membuat diriku bisa bekerja seperti sekarang ini.

Aku yakin kita semua belum melupakan smua yang terjadi di masa lalu kita, karena aku pun tidak mungkin menceritakan begitu banyak kisah yang terjadi. Jika harus menceritakan lewat foto pun, pastinya akan memakan entah berapa bulan atau tahun untuk menampilkan sekian ribu foto yang telah kita buat bersama. Ku hanya kan memberikan sedikit cuplikan nostalgia. Dimanapun engkau teman, ingatlah kita pernah tinggal di "Rumah Sehat Jiwa" bersama. hahahha
Dan dengan semua kegilaan yang menjadi tali persamaan kami, diri ini merindukan mu teman. Hari ini kita punya kesempatan berkumpul BBQ an bareng dan meluangkan waktu bersama kembali merupakan sebuah moment yang indah, walau jarak dan waktu membuat sebagian yang lain tidak bisa bergabung. Mungkin di lain kesempatan yang lain bisa jg bergabung ya. C u next time.

Friday, April 04, 2008

Melayani dengan senyum

Cerita pertama :

Kemarin malam diri ini melalang buana ke daerah tengah kota untuk membuat brosur. Sesampai disana jam sudah menunjukkan pukul 19.10 . Adapun jam tutup dari tempat percetakan ini adalah pukul 20 : 00. Sang customer service memberitahukan padaku, sang operator komputer hanya seorang dan sedang melayani seorang customer yang awam (dalam arti design mentah, masih mendesign disana). Karena aku suda siap dengan design ku maka sang customer service menerima order ku. Tak lama seorang customer datang lagi, dia juga sudah siap dengan designnya. Malah customer yang terakhir ini sudah membuatnya dengan program yang sesuai dengan yang di gunakan percetakan tersebut. Maka sekali lagi customer menerima order dia, walau sudah mulai kasak kusuk apakah sempat nantinya dikerjakan.

Jam sudah menunjukkan pukul 19 : 45 ketika sang orang awam selesai dengan designnya. Ku lihat selama proses itu pun sang operator melayani sang awam dengan lembut dan sabar. (Teman2 dari design pasti tahu bagaimana rasanya melayani customer awam yang dia sendiri bingung maunya apa). Dengan senyum dia bertanya dengan sabar dia menyarankan tata letak design untuk sang awam.

Selesai dengan sang awam sang operator berpindah melihat designku dan design sang customer terakhir, dengan senyum dia meminta ijin padaku untuk mendahulukan design sang customer terakhir yang sudah matang dan siap untuk di proses. Sang customer terakhir selesai ketika jam sudah menunjukkan kurang 5 menit dari pukul 20 : 00. Kuperhatikan selama proses melayani sang terakhir pun sang operator dengan senyum dan lembut menjelaskan perihal design sang terakhir yang membutuhkan penyesuaian ukuran sedikit.

Dengan waktu yang sudah sangat minim, masih sang operator dengan ramah dan senyum kembali melayani diri ini. Designku masih memerlukan sedikit pembenahan warna, pembenahan tata letak dan pembenahan ukuran karena tidak di kerjakan dengan program yang dia pakai. Dengan cepat dan rasa tidak enak karena membuat dia menanti aku segera memperbaikinya, tapi dengan sabar sang operator menanti disampingku tanpa mengeluh tanpa berkasak kusuk dengan yang lain dan tanpa meminta diriku melanjutkannya besok walau sang penjaga sudah meringkas semua kursi2 dan merapikan meja dan sang customer service jg dengan sabar sudah menanti di depan.

Jam sudah menunjukkan pukul 20:20 ketika dia menjelaskan pada diri ini tentang perbedaan warna di komputer, di printer dan di mesin cetak .... sekali lagi dengan ramah dan senyum. Tak ada sedikitpun rasa kesal, rasa capek, dan rasa bosan karena dia harus lembur dikarenakan diriku apalagi dengan keadaannya yang sedang hamil cukup besar yang oleh sebagian wanita dijadikan alasan untuk mengeluh. Jam 20:30 diriku berpamitan kepada mereka dan dengan diiringi senyum dan ucapan terimakasih yang ramah dan tulus mereka menghantarku pergi.

Cerita ke dua :

Sudah lama diriku menjadi nasabah sebuah bank yang bisa dibilang bukan bank "yang harus di miliki accountnya oleh semua pengusaha". Kenapa diri ini masih setia menjadi pengikutnya? Biarlah ku ungkap sedikit beberapa alasannya :

- Karena ketika kita masuk ke pelataran parkirnya dengan mobil ataupun sepeda motor yang menyapa kita adalah senyum dan sapa sang bapak satpam penjaga parkir.
- Karena ketika kita masuk ke terasnya yang menyapa kita adalah senyum dan sapa sang bapak satpam penjaga pintu dan bagai raja kita di bukakan pintu dan dipersilahkan memasuki ruangan yang dingin.
- Karena ketika kita sampai diruangan dalam, kita segera di bantu untuk mengambil nomor antri dan dipersilahkan duduk dengan TV cable menghibur kita
-Karena ketika kita dipanggil menghadap teller, adalah senyum tulus yang menyambut kita. Dan jg pertanyaan tulus menawarkan bantuan lain ketika kita selesai.
-Karena ketika kita menemui kesulitan (ATM hilang) atau butuh informasi dari Customer Service, adalah senyum yang menyambut kita. Adalah penjelasan rinci yang disampaikan bagai berbincang dengan seorang teman dengan hangatnya.
-Karena begitu pula kita diantar pulang baik ketika melewati pintu ataupun setelah sang satpam penjaga parkir membantu memandu mobil kita keluar ke jalan. Tanpa meminta biaya melainkan memberi SENYUM.

Berapa persen dari orang yang kau temui bisa melakukan ini ketika mereka bekerja? Bekerja dengan hati dan senyum adalah kunci sukses dan memang itulah yang terjadi di tempat2 itu. Jadi sudahkah kita tersenyum ketika bekerja hari ini?