Thursday, August 28, 2008

About Indo

Happy birthday Endonesia!!!

Hahaha kata2 diatas bukan tanpa sengaja di ketik begitu. Dibulan yang merayakan hari lahir negara tercinta ini, kata2 Endonesia banyak sekali terdengar di layar kaca. Dari syair lagu, debat politik, ucapan2, dan masih banyak lagi. Dan memang yang terdengar selalu adalah Endonesia instead Indonesia.

Tapi kenapa ya kalo yang saya dengar selalu Indomie di sebut tetap dengan nada I dan bukan E? Hehehe ... lucu juga ya. Padahal keduanya mempunyai suku kata yang sama ---- Indo.

Lusi --- yang sedang makan Indomie goreng.

Friday, August 08, 2008

TVRI dan Olimpiade Beijing 2008

Sebuah perpaduan yang sudah lama hilang. Sekian puluh or belas tahun, akhirnya mereka kembali bersanding. TVRI menjadi penyiar resmi olimpiade Beijing 2008. Jadi nostalgia nih. Kapan yah tuh terakhir liat olimpiade di TVRI? Akan ada tayangan langsung setiap hari jam 09.00-12.00, 15.00 - 19.00. Great!

Pembukaan nya. Wow! Memang China dengan begitu banyaknya penduduk dan kedisiplinan berhasil menunjukkan pertunjukan spektakular tingkat dunia. Podium yang di warnai bersama oleh sekian ribu tapak kaki para atlet yang memasuki Bird Nest Stadium pastinya mempunyai nilai tersendiri. Sekian ribu atlet berkumpul dari seluruh dunia, yang bahkan aku tak tahu dimanakah ada nama2 negara aneh2 tersebut? Banyak sekali nama negara asing yang tak pernah kudengar sebelumnya tersebut ketika para atlet nya memasuki arena dengan berbagai kostum, baju daerah, serta seragam.

Gegap gempita penonton, koreografi yang mahir, stadium yang modern, serta atlet nomor wahid berkumpul di satu tempat membuat aku ikut merasakan debar-nya. Ikut merinding ketika prosesi penyalaan obor olimpiade dilakukan dengan memperlihatkan sekian ribu pelari yang telah membawanya bergantian mengelilingi sekian negara di dunia dan akhirnya tiba di stadium itu. Olympic theme yang dinyanyikan ketika bendera olympic di naikkan membuat moment yang syahdu.

One world, One Dream.

Monday, August 04, 2008

Satu Dekade

GEDUNG D

Gedung terbaru yang di bangun di zaman ku 10 tahun lalu. Telah mengalami beberapa perubahan, tapi tetap aku masih mengingat setiap jengkal, setiap celah, dan setiap lekuk dari gedung ini dan semua lokasi lain di kampus ini. Dalam khayalku tadi, ketika berdiri dan menyaksikan para maharu mendapat penataran aku bisa membayangkan bendera 3 warna berkibar setinggi gedung itu di saat 10 tahun lalu menutup tengah gedung dengan sederhana tapi menunjukkan kekompakan antara 3 fakultas di kampus ini : FKIP, Teknik dan Akademi Sekretari.
Bisa kubayangkan di lantai 1 itu, kami sering mengadakan rapat dan menjadikan posko. Di lantai 2 tersebut kami melintas di tengah malam dan dini hari mempersiapkan acara2 di Auditorium. Di lantai 3 tidak banyak terjadi kenangan, selain kegiatan kuliah. Di lantai 4, kami sering mengadakan acara di Audit B.
Lapangan Basket

Inilah titik awal lahirnya diriku yang baru. Sebagai Maharu 10 tahun lalu, aku mendaftarkan diri mengikuti lomba Basket dan Volley antara Maharu. Dari sini lah aku mengenal kakak2 senior di Senat, dan akhirnya memutuskan bergabung dalam dunia baru. Lapangan ini punya sejuta cerita pula. Dulu lapangan ini selalu ramai dipakai walaupun terik matahari menantang. Basket, sepak bola tidak berhenti dimainkan disela pergantian pelajaran atau di jam makan siang. Apalagi di sore sampai malam hari setelah pelajaran berakhir. Lapangan ini benar2 hidup.


Senate Area
10 Tahun lalu aku menemukan sebuah rumah baru di WM. Sebuah ruang kecil berukuran sekitar 3 x 2 meter. Area ini menjadi saksi bisu canda tawa, kisah cinta, teriakan dan makian, pertengkaran organisasi, diskusi dan rapat hebat, tangisan. Dinding2- nya sudah menyaksikan semua hal yang kami alami dari dunia nyata kami sampai dunia "lain" yang berseberangan dengan kami. Menceritakan kembali kisah - kisah kami selalu menjadi dongeng hiburan tersendiri. Ah, sampai esok pun tak kan selesai kata merangkai crita.
Lihatlah di gambar, itu adalah suasana hari ini, 10 tahun kemudian, masih terlihat sama. Seperti itulah dulu kami para anggota organisasi mahasiswa menimba pengalaman dan melayani almamater kami. Kegiatan demi kegiatan kami kerjakan dengan segenap hati. Menjadi penjaga malam dan tidak tidur sampai pagi sudah menjadi kegiatan tambahan kami sebelum masuk ke kelas dipagi harinya.

Bukan hanya aku yang menganggapnya sebagai rumah ke 2. Anjing yang dibuang, kucing2 liar di kampus, ikan2 dan bahkan nyamuk adalah sahabat kami. Bahkan sempat kami di percayai oleh mahasiswa lain merawat bayi2 kucing yang baru lahir dan ditinggal orang tuanya. Beberapa dari mereka beranjak dewasa, beberapa lagi tidak bertahan. Taman di depan Senat itu adalah tempat peristirahatan mereka2 yang tidak bertahan. Sayang taman ini tidak terlalu terawat skrg.

Kantin
Kantin ini akan selalu menggoda kami, menertawakan kami tapi juga pastinya bangga atas kami. Dia telah menjadi saksi bisu di mana kami pernah demi menambal kekurangan kas organisasi, kami mengumpulkan gelas dan botol Aqua bekas untuk di jual kembali. Radio kampus dulu memeriahkan kantin ini, sepertinya skrg sudah tidak lagi.
Walau jarang aku menghabiskan waktu di tempat ini, karena seringnya makan dan minum di depan senat tapi kantin ini pun cukup memiliki arti. Para penjualnya pun telah begitu mengenal dan mempercayai kami sedemikian rupa. Beberapa kali, akan ada teriakan pertengkaran dalam urusan perebutan botol dsb antara mbak2 yang bekerja di tiap depot. hahaha. Kantin ini terlihat panas tapi selama angin masih berhembus, masih ok lah.

Kolam Dibawah Pohon Rindang (DPR)

Kolam ini ikut andil dalam menyaksikan kejamnya pembantaian korban2 ultah. Dahulu kala kolam ini tidak ber - teratai seperti itu. Siapa yang berulang tahun, sudah harus bersiap di lempar masuk ke dalamnya. Kolam ini sering di gunakan sebagai tempat mancing oleh bbrp organisator (teknik khususnya) di jam2 sepi or minggu.

Toilet gedung A

Kenapa toilet? Ada cerita apa dengan toilet ini? hahaha bagi para penghuni kampus, pasti tahu cerita tentang "penghuni" yang lain di sini. Hehehe tapi bukan itu yang mau kuceritakan. Toilet ini sering menjadi tempat mandi express di pagi hari jika kami tidak sempat pulang setelah menyiapkan kegiatan dan bermalam di kampus. Di pintu yang terkunci itu (yang di sebelah kanan) adalah khusus untuk dosen dan di dalamnya ada shower. Jadi kami senang menggunakannya.

Itulah sekilas tentang kampusku rumahku. Tentunya senang ketika aku meninggalkannya dan lulus, tapi sebagian sejarah hidupku yang melekat pada dinding dan jengkal tanahnya mungkin akan selalu memanggilku sekarang dan di masa yang datang. Terlalu banyak kenangan di lukis dan di torehkan disana. Terlalu banyak tangis dan tawa untuk di kenang. Widya Mandala, jayalah selalu.