Thursday, September 15, 2005

Tentang arti sebuah kepuasan

--Manusia tidak pernah puas--

Seorang pelari ditugaskan oleh pelatihnya untuk berlatih untuk jarak 200 m. Dia berlatih dan berlari tiap hari sampai suatu ketika sang pelatih menyuruhnya mencoba berlatih tanding untuk pertandingan kelas 200 m.

Si pelari dengan semangat dan percaya diri tau bahwa dirinya telah siap untuk mencapai goal itu.Garis finish telah dirasakannya.

Pelatih telah berdiri di garis finish menyiapkan pita kemenangan. Tiba di garis itu dia berpikir "Ah, kalo cuman 200 M pasti semua pelari2ku bisa mencapainya dgn mudah. Humm....aku buat 500 saja ah"
Tanpa memberitahukan maksudnya pada pelarinya,dijauhkannya tali kemenangan 300 M kedepan,dan tentu saja tidak ada yang melihatnya karena letaknya setelah tikungan.

Pelari2 bersiap,ketika pistol tanda mulai meledak bagaikan anak peluru mereka melesat. Beberapa tertinggal sedikit dibelakang,beberapa di depan. Pelari dideretan depan berlari sekuat tenaga,matanya sekilas memperhatikan tanda cat di pinggir lintasan. 50 meter......aku bisa....150 meter.....sedikit lagi......200 meter ....yeah..!! Semua pelari yang hampir bersamaan masuk garis itu memperlambat langkah dengan muka ceria. Yah...mereka berhasil sampai batas yang ditentukan.

Tapi sang pelatih datang dan marah2 kepada mereka. "Kenapa kalian berhenti? Bukankah kalian belum mencapai pita kemenangan?Kenapa kalian tidak berusaha untuk lebih lagi?"

Semua pelari itu dengan kecewa berjalan kembali ke garis start untuk mengulang lagi. Tapi tiada semangat dan percaya diri yang tadi ada dalam diri mereka.

No comments: